
India mengumumkan langkah baru untuk memungkinkan petani dan pasangan yang hendak menikah untuk menarik lebih banyak uang tunai dari bank.
Diketahui bahwa India mengalami krisis uang tunai beberapa waktu terakhir ini karena dipicu oleh penarikan uang tunai besar-besaran di masyarakat.
Hal itu terjadi setelah pemerintah India memutuskan untuk menghentikan peredaran uang pecahan 500 dan 1.000 rupee. Padahal uang pecahan tersebut merupakan 85 persen uang yang beredar di India.
Karena penarikan uang tunai besar-besaran di India, pemerintah India kemudian menempatkan batas mingguan bagi masyarakat yang hendak mengambil uang tunai adalah sebesar 24 ribu rupee.
Tapi Shaktikanta Das, sekretaris di Departemen Urusan Ekonomi, mengatakan keluarga yang merencanakan pernikahan sekarang akan mampu menarik hingga 250.000 rupee dalam satu kali pengambilan.
"(Kami) memutuskan bahwa untuk upacara pernikahan, sampai dengan 250.000 rupee akan diijinkan untuk ditarik dari rekening bank dan itu harus ditarik dari ayah, ibu atau orang yang akan menikah," kata Das.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: