
Ratusan orang dari minoritas Rohingya di Myanmar mencoba melarikan diri dari tindakan keras militer dengan menyeberangi perbatasan dari wilayah Rakhine ke Bangladesh pekan ini. Di antara mereka, terdapat anak-anak.
Menurut saksi dan pejabat Bangladesh di perbatasan, beberapra orang yang mencoba melarikan diri dari Myanmar ditembak dan dibunuh.
Selama satu bulan terakhir tercatat setidaknya ada 130 orang yang tewas selama operasi militer di Rakhine, Myanmar di mana minoritas Rohingya hidup.
Aktivis mengatakan ratusan rumah telah dibakar dan diratakan dengan tanah. Namun pemerintah Myanmar menolak klaim tersebut. Wartawan asing pun belum diizinkan untuk masuk.
Rakhine sendiri diketahui adalah rumah bagi lebih dari satu juta Muslim Rohingya, yang tidak diakui sebagai warga negara Myanmar.
Orang-orang di Myanmar cenderung menganggap mereka imigran ilegal dari negara tetangga Bangladesh.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: