Ketika berada di Athena saat melakukan kunjungan dinas terakhirnya di Eropa, Obama mengatakan bahwa dirinya melihat kemarahan dan ketakutan pada warga Amerika Serikat pasca terpilihnya Trump.
"Ini mulai tampak berbeda dan membingungkan. Dan tidak ada keraguan bahwa telah menghasilkan gerakan populis, baik dari kiri dan kanan," kata Obama.
"Hal itu terbungkus dalam isu-isu identitas etnis atau identitas agama atau identitas budaya. Dan itu bisa menjadi campurang kekerasan," sambungnya.
Karena itulah Obama memperingatkan bahwa warga Amerika Serikat harus waspada terhadap tren tersebut yang mungkin terjadi selama kepemimpinan Trump.
"Kami akan harus waspada terhadap kenaikan semacam nasionalisme mentah atau identitas etnis atau kesukuan yang dibangun di sekitar kita dan mereka," katanya.
"Dan saya tidak akan pernah meminta maaf karena mengatakan bahwa masa depan umat manusia dan masa depan dunia akan ditentukan oleh apa yang kita miliki bersama sebagai lawan dan hal-hal yang memisahkan kita dan akhirnya membawa kita ke dalam konflik," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: