Demo Anti-Trump Di Malam Kedua Pasca Pemilihan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 11 November 2016, 15:29 WIB
Demo Anti-Trump Di Malam Kedua Pasca Pemilihan
Unjuk rasa di AS/BBC
Kecil Besar
rmol news logo Aksi unjuk rasa digelar di malam kedua pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat di beberapa kota di negeri Paman Sam (Kamis, 10/11).

Protes telah diselenggarakan untuk malam kedua di beberapa kota di Amerika Serikat setelah pemilihan Donald Trump sebagai presiden - tetapi dengan massa yang lebih kecil.

Para pengunjuk rasa yang menentang terpilihnya Trump mengatakan bahwa Trump hanya akan menciptakan perpecahan dalam garis rasial dan gender.

Di Portland, Oregon mengatakan bahwa protes dikhawatirkan memicu kerusuhan. Pasalnya ada jendela-jendela toko yang rusak. Beberapa demonstran membawa kelelawar dan sejumlah orang lainnya lain-lain mempersenjatai diri dengan batu.

Tidak ada laporan kekerasan di protes lainnya, meskipun demonstran di Minneapolis yang memblokir jalan raya antar negara di kedua arah.

Di Philadelphia banyak orang yang berkumpul di dekat Balai Kota memegang plakat bertuliskan slogan-slogan seperti "Bukan Presiden kami", "Trans Melawan Trump" dan "Membuat America Aman Untuk Semua".

Di Baltimore, polisi mengatakan kerumunan damai 600 orang berbaris melalui kota, memblokir lalu lintas. Di San Francisco siswa SMA melambaikan spanduk pelangi dan bendera Meksiko.

Sekelompok kecil orang juga berkumpul di luar Trump Tower di Chicago.

Para pengunjuk rasa juga kembali ke Trump Tower di New York untuk malam kedua.

Menanggapi hal tersebut, Trump menggambarkan mereka sebagai pengunjuk rasa yang profesional dan telah terhasut oleh media. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA