"Presiden Obamaterlibat pertemuan dengan keyakinan baru dalam komitmen presiden terpilih untuk terlibat secara efektif dalam kelancaran transisi," kata Earnest.
Diketahui bahwa Obama dan Trump berada di kubu yang bertentangan dalam pemilu Amerika Serikat kemarin. Obama mendukung rekan satu partainya Hillary Clinton yang merupakan rival Trump.
Trump diketahui merupakan tokoh yang pernah mempertanyakan tempat lahir Obama serta kewarganegaraanya. Sedangkan Obama kerap melontarkan komentar negatif tentang Trump dalam kampanye mendukung Hillary.
Namun perbedana keduanya tampaknya disisihkan sementara waktu dalam pertemuan di Gedung Putih kemarin. Obama bertindak sebagai Presiden bertukar pikiran dengan Trump yang akan melanjutkan kekusaan Amerika Serikat selanjutnya.
"Prioritas nomor satu saya dalam dua bulan ke depan adalah mencoba memfasilitasi transisi dan menjamin presiden terpilih kami berhasil," kata Obama usai bertemu dengan Trump.
Obama mengatakan bahwa pertemuan keduanya membahas kebijakan dalam dan luar negeri Amerika Serikat.
Sementara Trump mengatakan bahwa ia berharap ke depannya akan dapat tetap menjalin kerjasama dengan Obama.
"Saya sangat menghormati, pertemuan itu berlangsung selama hampir satu jam setengah jam, sejauh yang saya ketahui, itu bisa saja berlanjut ke banyak hal lagi," kata Trump.
"Kami membahas banyak situasi yang berbeda, beberapa di antaranya bagus, beberapa di antaranya sulit," tambahnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: