Begitu kritik yang disampaikan oleh mantan Presiden Filipina, Fidel Ramos dalam tulisan di sebuah surat kabar lokal seperti dimuat Reuters (Senin, 10/10).
Ia menilai bawa Duterte mengecewakan karena memprioritaskan perang melawan narkoba dan mengorbankan sederet masalah lainnya yang penting untuk ditangani, seperti kemiskinan, anggaran hidup, investasi asing dan juga lapangan pekerjaan.
Ramos menyebut bahwa alih-alih perang melawan narkoba, Duterte terjebak dalam kontroversi tak berujung tentang pembunuhan di luar hukum atas tersangka narkoba.
Di sisi lain, Ramos juga kecewa dengan kata-kata hinaan dan makian tak beradab yang kerap dilontarkan Duterte. Terutama terhadap Amerika Serikat. Ia menilai bahwa pernyataan-pernyataan pedas Duterte terkait Amerika Serikat membuat hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Filipina membingungkan.
Sebagai informasi, Ramos pernah mengangkat Duterte sebagai utusan khusu untuk memecahkan masalah dengan China dan mengelola dampak arbitrase internasional saat ia menjabat sebagai Presiden Filipina pada periode 1992 hingga 1998.
Dalam sejumlah kesempatan, Duterte kerap menunjukkan rasa hormatnya terhadap Ramos dan menganggapnya sebagai 'mentor'. Ramos pula lah yang membujuk DUterte untuk berani mencalonkan diri dalam pemilu Filipina Mei lalu.
Tidak jelas mengapa Ramos tiba-tiba saja melontarkan kritik semacam itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: