Dari scan paspor Michelle Obama itu tampak informasi pribadi miliknya, termasuk nomor paspor, tanggal lahir dan tempat lahir.
Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan bahwa pemerintah perlu berhati-hati dengan keamanan cyber. Informasi tersebut bocor diduga akibat peretasan.
Earnest menduga bahwa peretasan terjadi pada email pekerja kontrak dan bukan anggota parlemen atau staf presiden.
"Pada titik ini saya tidak bisa mengumumkan apapun kesimpulan yang telah dicapai terkait dengan individu yang mungkin telah bertanggung jawab atas pelanggaran cyber yang mengakibatkan informasi ini bocor," kata Earnest.
Kebocoran ini menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut soal keamanan sistem sensitif di instansi pemerintah.
Menyebarnya scan paspor Michele Obama ini terjadi tak lama setelah Yahoo mengumumkan bahwa lebih dari 500 juta akun pengguna sempat diretas pada tahun 2014.
Akan tetapi,
The Guardian memuat bahwa informasi milik Michelle Obama itu diduga berasal dari akun Gmail staf Gedung Putih, dan bukan Yahoo.
[mel]
BERITA TERKAIT: