Mural Vladimir Putin Dan Donald Trump Disensor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 15 Agustus 2016, 12:40 WIB
Mural Vladimir Putin Dan Donald Trump Disensor
Mural di Lithuania/The Guardian
Kecil Besar
rmol news logo Seorang seniman asal Lithuania menjadi sorotan setelah hasil karyanya menyebar secara viral.

Seniman bernama Mindaugas Bonanu itu menggambar mural Presiden Rusia Vladimir Putin dan calon presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pose berpelukan dan berciuman.

Mural tersebut dibuat di diding sebuah restoran BBQ di ibukota Lithuania Vilnius sejak Mei lalu. Muralnya tersebut menarik perhatian warga yang melintas dan kerap dijadikan latar belakang untuk selfie.

Namun setelah menjadi tenar, terdapat pihak yang melakukan sensor pada mural tersebut dengan cara menyapunya dengan cat putih. Belum jelas siapa yang bertangungjawab atas penyensoran tersebut. Namun hal itu terjadi di tengah meningkatnya keteganan antara Rusia dan Ukraina yang merupakan sekutu Lithuania.

Pemilik restoran, Dominykas Čečkauskas menyebut hal itu merupakan bentuk vandalisme sederhana dan juga serangan pada kebebasan berbicara serta berekspresi di Lithuania.

"Tujuan dari serangan ini adalah untuk mengingatkan kita, orang-orang dari dunia bebas, bahwa masih ada pendukung aktif dari otoritarianisme dalam masyarakat kita," ujarnya.

Mural tersebut dibuat karena terinspirasi dari lukisan terkenal tahun 1979 yang menunjukkan wajah pemimpin Soviet Leonid Brezhnev berciuman dengan presiden Jerman Timur Erich Honecker.

"Kami melihat kesamaan antara dua pahlawan (Trump dan Putin). Mereka berdua memiliki ego yang terlalu besar, dan menggelitik karena mereka bergaul dengan baik," sambunya seperti dimuat The Guardian. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA