Seniman bernama Mindaugas Bonanu itu menggambar mural Presiden Rusia Vladimir Putin dan calon presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pose berpelukan dan berciuman.
Mural tersebut dibuat di diding sebuah restoran BBQ di ibukota Lithuania Vilnius sejak Mei lalu. Muralnya tersebut menarik perhatian warga yang melintas dan kerap dijadikan latar belakang untuk selfie.
Namun setelah menjadi tenar, terdapat pihak yang melakukan sensor pada mural tersebut dengan cara menyapunya dengan cat putih. Belum jelas siapa yang bertangungjawab atas penyensoran tersebut. Namun hal itu terjadi di tengah meningkatnya keteganan antara Rusia dan Ukraina yang merupakan sekutu Lithuania.
Pemilik restoran, Dominykas ÄŒeÄkauskas menyebut hal itu merupakan bentuk vandalisme sederhana dan juga serangan pada kebebasan berbicara serta berekspresi di Lithuania.
"Tujuan dari serangan ini adalah untuk mengingatkan kita, orang-orang dari dunia bebas, bahwa masih ada pendukung aktif dari otoritarianisme dalam masyarakat kita," ujarnya.
Mural tersebut dibuat karena terinspirasi dari lukisan terkenal tahun 1979 yang menunjukkan wajah pemimpin Soviet Leonid Brezhnev berciuman dengan presiden Jerman Timur Erich Honecker.
"Kami melihat kesamaan antara dua pahlawan (Trump dan Putin). Mereka berdua memiliki ego yang terlalu besar, dan menggelitik karena mereka bergaul dengan baik," sambunya seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: