Pura-Pura Jadi Atlet, Pelatih Lari Kenya Didepak Dari Olimpiade Rio

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 12 Agustus 2016, 11:07 WIB
Pura-Pura Jadi Atlet, Pelatih Lari Kenya Didepak Dari Olimpiade Rio
Atlet Lari Kenya/Net
rmol news logo Seorang pelatih Kenya didepak dari Olimpiade Rio setelah menyamar sebagai seorang atlet.

Pelatih lari itu bernama John Anzrah. Ia mendaftarkan dirinya sebagai atlet lari 800 meter dan bahkan menandatangani dokumen untuk melakukan tes doping.

Seharusnya, yang ikut dalam pertandingan lari tersebut adalah atlet bernama Rotich. Ia merupakan atlet lari yang menempati posisi keempat di Kejuaraan dunia tahun lalu di Beijing.

Namun, menurut keterangan agen atlet di Rio, Rotich kemudian meminjamkan identitasnya kepada Anzrah sehingga pelatihnya itu bisa mendapatkan sarapan gratis di Olympic Village.

Kemudian Anzrah diduga didekati oleh seorang petugas kontrol doping yang sedang mencari Rotich dan diminta untuk memberikan sampel urin. Ia pun akhirnya menurut dan memberikan sampel urin miliknya.

Tak lama kemudian, identitas aslinya pun terbongkar dan Anzrah didepak dari Olimpiade.

Pihak kenya sendiri merasa bahwa hal tersebut telah mencoreng nama baik Kenya. Ketua Komite Olimpiade Nasional Kenya Kip Keino menyebut bahwa pihak panitia tidak memfasilitasi perjalanan Anzrah ke Brasil. Ia bahkan tidak mengetahui bagaimana Anzrah bisa sampai di Brasil.

"Kami tidak bisa mentolerir perilaku tersebut," tegas Keino seperti dimuat BBC. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA