
Kolombia bisa menggelar pemungutan suara untuk menyetujui perjanjian perdamaian dengan pemberontak FARC sebelum kesepakatan resmi ditandatangani.
Begitu penegasan yang disampaikan oleh Presiden Kolombia Juan Manuel Santos pada Kamis (4/8).
"Saat itu belum tentu bertepatan dengan penandatanganan perjanjian. Penandatanganan adalah formalitas dan bisa dilakukan setelah itu," kata Santos.
Mahkamah Konstitusi Kolombia memutuskan pada bulan lalu bahwa pemungutan suara akan dilakukan untuk melegitimasi kesepakatan. Dibutuhkan setidaknya 13 persen pemilih dari sekitar 4,5 juta pemilih di Kolombia harus memilih "ya" untuk menyetujui kesepakatan.
Diketahui bahwa pemerintah Kuba dan FARC telah menjalani proses damai dengan mediasi dari Havana Kuba sejak 2012. Sejak saat itu, proses perdamaian terus dilangsungkan dengan adanya reformasi pertaian, partisipasi FARC dalam politik, membongkar perdagangan obat-obatan terlarang serta perjanjian lainnya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: