Hal itu dipastikan oleh Kanselir Jerman Angela Merkel dalam konferensi pers di Berlin (Kamis, 28/7).
Ia mengatakan bahwa serangan tersebut telah memalukan negara yang telah menyambut mereka. Serangan tersebut dilakukan hanya untuk menyebarkan ketakukan dan kebencian antar budaya dan antar agama.
"(Para penyerang) ingin merusak rasa, keterbukaan dan kesediaan di masyarakat kami untuk membantu yang membutuhkan. Kami dengan tegas menolak ini," kata Merkel seperti dimuat
BBC.
Kendati begitu, ia bersikeras bahwa serangan tersebut tak akan mengubah kebijakannya untuk membantu mereka yang melarikan diri dari perang dan kekerasan d negara mereka.
"Saya masih yakin hari ini bahwa" kita bisa melakukannya," tegasnya.
Sebagai gantinya, ia mengusulkan langkah-langkah baru untuk meningkatkan keamanan, termasuk berbagi informasi, menerjemahkan obrolan di jaringan internet serta menanggulangi penjualan senjata di internet.
"Kami membutuhkan sebuah sistem peringatan dini agar pemerintah dapat melihat selama proses permohonan suaka di mana ada masalah," tutur Merkel.
"Kami akan mengambil langkah yang diperlukan dan menjamin keamanan bagi warga kami Kami akan mengambil tantangan integrasi yang sangat serius," sambungnya.
Diketahui bahwa beberapa hari terakhir terjadi serangan yang terjadi di Jerman dengan melibatkan pencari suaka. Serangan di Banarian serta bom bunuh diri di Ansbach.
[mel]
BERITA TERKAIT: