Menurut keterangan polisi Berlin, dokter tersebut mengalami luka kritis karena ditembak saat tengah menangani pasien di rumah sakit Universita Charite yang terletak di barat daya Berlin. Sang dokter menghembuskan nafas terakhir tak lama setelah penyerangan.
Juru bicara kepolisian Berlin, Winfrid Wenzel dijeaskan bahwa kejadian terjadi di ruang operasi rahang, saat ia tengah menangani pasien rawat jalan. Pasien tersebut kemudian tiba-tiba saja menembak dokter sebelum melakukan aksi bunuh diri.
"Dalam kegiatan konsultasi, pasien mengeluarkan pistol dan menembakkan beberapa tembakan ke dokter. Penyerang kemudian langsung mengarahkan pistol pada dirinya sendiri dan meninggal sebagai akibat dari tembakan," jelas Wenzel seperti dimuat
Reuters.
Belum diketahui dengan pasti motif di balik serangan tersebut. Namun Wenzel memastikan bahwa sejauh ini tidak ada kaitannya serangan tersebut dengan kelompok militan ISIS.
"Kita tidak memiliki indikasi apapun yang menjelaskan bahwa tindak kriminal dimotivasi oleh ekstrimis ISIS," sambungnya.
Pihak kepolisian segera melakukan investigasi dan menyatakan bahwa situasi di rumah sakit terkendali.
[mel]
BERITA TERKAIT: