Ia menyebut bahwa kasus penembakan polisi baru-baru ini di Dallas telah mendorongnya untuk angkat bicara.
"Saya mengetahui bahwa negara ini lebih baik dan saya tidak bisa lagi tinggal diam," kata Jordan seperti dimuat
BBC awal pekan ini.
"Sebagai seorang warga Amerika yang bangga, seorang ayah yang kehilangan ayahnya sendiri dalam tindakan kekerasan tak berperikemanusiaan, dan seorang pria kulit hitam, saya sangat terganggu oleh kematian warga Afrika Amerika di tangan penegak hukum dan marah oleh penargetan pengecut dan penuh kebencian dan membunuh polisi," kata Jordan.
Diketahui bahwa Jordan kehilangan sang ayah, James Jordan karena ditembak mati pada tahun 1993 di sebuah perhentian di pinggir jalan.
"Saya berduka dengan keluarga yang telah kehilangan orang yang dicintai, saya tahu rasa sakit mereka," sambungnya.
Lebih lanjut ia berjanji untuk memberikan 2 juta dolar AS bagi badan amal yang membantu memperbaiki meredakan ketegangan.
"Meskipun saya tahu kontribusi ini saja tidak cukup untuk memecahkan masalah, saya berharap sumber daya akan membantu kedua organisasi membuat perbedaan positif," katanya.
[mel]
BERITA TERKAIT: