
Perusahaan jejaring sosial terbesar dunia, Facebook Inc dan Twitter Inc bekerjasama dengan investigator Brazil untuk memberikan informasi soal terduga militan ISIS.
Menurut keterangan seorang hakim Brazil, Marcos Josegrei da Silva kerjasama dengan Facebook dan Twitter dilakukan setelah ada perintah pengadilan terkait
penyelidikan terduga teroris ISIS yang merencanakan serangan dalam Olimpiade mendatang.
"Perusahaan-perusahaan mulai memberikan data yang terkait dengan isis percakapan dan data tentang di mana percakapan dipublikasikan," ujarnya tanpa memberikan rincian lebih lanjut seperti dimuat
Reuters.
Juru bicara Facebook dan Twitter menolak untuk mengomentari terkait hal ini. Namun kedua juru bicara mengatakan bahwa masing-masing perusahaan memiliki nol toleransi untuk kegiatan yang berkaitan dengan terorisme dan kejahatan lainnya dan bahwa mereka bekerja sama dengan pihak penegak hukum bila diperlukan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: