Turki Bubarkan Pasukan Pengamanan Presiden

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Minggu, 24 Juli 2016, 13:25 WIB
Kecil Besar
rmol news logo Pemerintah Turki membubarkan pasukan elit pengawal presiden akhir pekan ini.

Langkah tersebut diambil menyusul penangkapan hampir 300 anggotanya karena dinilai terkait dengan kudeta militer gagal 15 Juli lalu.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menyebut bahwa pemerintah tidak lagi membutuhkan resimen tersebut.

"Tidak akan ada lagi pasukan penjaga presiden, tidak ada tujua, tidak diperluka," kata Yildrim seperti dimuat BBC (Minggu, 24/7).

Diketahui bahwa ada sekitar 2.500 pasukan elit penjaga presiden. Sekitar 283 di antaranya diamankan menyusul kudeta gagal lalu.

Presiden Tayyip Erdogan memang melakukan investigasi mendalam terkait upaya pelengseran dirinya. Sejumlah aktivis, akademisi, tentara dan warga sipil lainnya yang dinilai terkait dengan kudeta diamankan.

Pasca kudeta, ia pun meluncurkan status darurat Turki yang akan diberlakukan selama tiga bulan ke depan. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA