Menurut juru bicara militer Uganda, proses tersebut telah dilakukan sejak 15 Juli lalu.
"Jumlah warga sipil dievakuasi dari Sudan Selatan melalui jalan bawah perlindungan dari UPDF (Pasukan Pertahanan Uganda Rakyat) sejak awal operasi telah mencapai 38.000," kata juru bicara militer Uganda, Paddy Ankunda (Rabu, 20/7) seperti dimuat
Press TV.
Ia menyebut bahwa sebagian besar yang diselamatkan adalah warga Uganda. Namun ada juga sebagian warga kenya, Rwanda, dan sejumlah warga negara lain yang ingin meninggalkan Sudan Selatan dengan alasan keamanan.
Proses evakuasi sendiri dilakukan dengan konvoi, iring-iringan 30 kendaraan untuk membawa warga sipil ke perbatasan Uganda, sekitar 200 kilometer dari Juba.
Diketahui bahwa kekerasan meletus di negara termuda di dunia itu sejak 8 Juli lalu antara pendukung Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan pendukung wakilnya yang juga merupakan pemberontak, Riek Machar.
Pihak yang bertikai mencapai gencatan senjata pada 11 Juli setelah empat hari bentrokan yang menewaskan lebih dari 300 orang dan memaksa ribuan orang mengungsi.
Kekerasan menimbulkan kekhawatiran akan terulangnya perang saudara, sebagaimana yang terjadi pada Desember 2013 lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: