Seruan itu dikeluarkan menyusul konflik yang mencarah ke jurang Perang Saudara bergejolak beberapa hari terakhir di ibukota Juba.
Konflik tersebut bermula dari perselisihan antara loyalis Presiden Salva Kiir dan Wakil Presiden Riek Machar. Keduanya diketahui merupakan kubu yang bersiteru.
Konflik berujung pada kekerasan yang menyebabkan ratusan orang tewas.
Juru bicara presiden Ateny Wek Ateny menyebut bahwa Kiir dan Machar telah berbicara melalui telepon awal pekan ini.
"Semua komandan pasukan (Kiir) diarahkan untuk menghentikan permusuhan apapun dan mematuhi perintah serta mengontrol kekuatan mereka," kata Ateny seperti dimuat
Reuters.
"Presiden Salva Kiir bertekad untuk melanjutkan kemitraan dengan Riek Machar," sambungnya.
Machar pun menanggapi dengan memerintahkan pasukannya untuk mundur.
"Presiden telah mengumumkan gencatan senjata sepihak, saya ingin membalas deklarasi gencatan senjata sepihak," katanya kepada Radio Eye independen.
[mel]
BERITA TERKAIT: