Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah karena masih ada lebih dari 150 orang yang luka berat dan kritis akibat serangan bom bunuh diri yang diklaim oleh kelompok teroris ISIS itu.
Ledakan terjadi Sabtu malam (2/7) ketika ratusan warga Baghdad berkumpul bersama keluarganya setelah mereka berbuka puasa. Di antara warga yang berkumpul sedang berbelanja dan menonton pertandingan sepak bola.
Bom berasal dari truk yang menabrak bangunan kedai kopi, toko dan gym. ISIS langsung mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Serangan itu adalah yang kesekian kalinya dilakukan kelompok itu selama bulan suci Ramadhan di beberapa negara. Serangan itu juga dikaitkan dengan kekalahan ISIS di Fallujah oleh pasukan militer Irak.
Sehari sebelumnya, pada Jumat malam, terjadi penyanderaan dan pembantaian di sebuah kafe di Dhaka, Bangladesh, yang diklaim juga oleh ISIS. Sebanyak 28 orang tewas dibantai hanya karena mereka berbeda keyakinan dengan kelompok itu.
ISIS mengaku bertanggung jawab atas aksi itu, namun pemerintah Bangladesh membantah keras ada keberadaan ISIS di negaranya.
Tak hanya itu, pada Minggu kemarin, bom kedua meledak di Baghdad, tepatnya di kawasan pasar Shaab di tenggara Baghdad, menewaskan satu orang dan melukai lima orang lainnya.
Karrada dan Shaab adalah wilayah yang didominasi warga Islam Syiah.
"Tindakan ini pembunuhan massal yang kembali jadi contoh penghinaan ISIS untuk kehidupan manusia," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, John Kirby, dikutip dari
CNN.
"Dari Bagdad ke Istanbul, Brussels, Dhaka, dan Paris, teroris membunuh orang yang tidak bersalah untuk menarik perhatian dan merekrut. Mereka tidak akan berhasil," tambahnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: