Keterangan tersebut disampaikan langsung Juru Bicara Pemerintah Irak Bassem Al Awadi pada Jumat (7/7) waktu setempat.
“Mengingat tingkat kasusnya, kerumitannya, tidak akan ada pernyataan resmi mengenai masalah ini sampai Pemerintah Irak menyelesaikan penyelidikan dan mencapai kesimpulan,” katanya kepada stasiun Al Ahd, seperti dikutip dari
The National.Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Rabu bahwa Tsurkov melakukan perjalanan ke Irak untuk penelitian untuk gelar doktornya di Universitas Princeton di AS dan belum terlihat sejak Maret 2023.
Pemerintah Netanyahu mengatakan dia ditahan oleh Kataeb Hezbollah, kelompok milisi Syiah, yang didukung Iran yang beroperasi di Irak.
Pemerintah Israel mengatakan situasinya sedang ditangani oleh badan-badan terkait.
"Elizabeth Tsurkov masih hidup dan kami melihat Irak bertanggung jawab atas nasib dan kesejahteraannya," katanya.
Kamis malam, Kataeb Hezbollah, salah satu dari beberapa kelompok paramiliter Irak yang disetujui negara, mengatakan hilangnya peneliti adalah masalah berbahaya yang harus ditanggapi dengan serius.
“Pejabat keamanan dan tentara harus berdiri bersama dan bekerja keras untuk mengungkap para pelaku dan meminta pertanggungjawaban mereka,” kata kelompok paramiliter itu.
“Kami, sebagai Kataeb Hezbollah, akan berusaha sekuat tenaga untuk menemukan sandera Israel di Irak. Kami akan mencari tahu siapa di balik tindakan ini dan bagaimana mereka beroperasi di dalam negeri dan siapa yang membantu mereka," lanjutnya.
Kantor Netanyahu mengatakan Tsurkov memasuki Irak dengan paspor Rusianya.
Kataeb Hezbollah telah dituduh menculik dan membunuh ratusan warga Irak, seringkali tanpa pembenaran yang diumumkan atas tindakannya.
BERITA TERKAIT: