Meskipun syudah ada klaim yang menyatakan ISIS bertanggung jawab atas kejadian itu, Deplu AS mengatakan hal itu belum bisa dikonfirmasi.
Juru bicara Deplu AS, John Kirby, mengatakan pihaknya sedang menganalisa informasi seputar kejadian itu.
Pejabat intelijen AS menyatakan kepada CNN, analisanya berdasar pengalaman operasi di Bangladesh lebih meyakini kelompok Al Qaeda yang berada di balik ini, bukan ISIS.
"Ini adalah analisis awal, bukan kesimpulan berdasarkan informasi terbaik yang tersedia," kata pejabat itu.
Ia mengatakan, Al Qaeda di kawasan India dan sekitarnya lebih menunjukkan kehadirannya di Dhaka, ketimbang ISIS, selama beberapa bulan terakhir.
Sejauh ini, semua serangan teroris terhadap Bangladesh berlangsung di Dhaka.
[ald]
BERITA TERKAIT: