Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban pada Jumat (23/6) mengatakan bahwa hasil akhir Brexit adalah peringatan agar Belgia lebih mendengarkan suara rakyat, terutama terkait dengan masalah krusial seperti migrasi.
Pasalnya, Orban menyebut bahwa masalah migrasi memiliki peran kunci dalam perdebatan di Inggris yang menyulut gerakan mendorong referendum agar Inggris hengkang dari Uni Eropa.
"Brussel harus mendengarkan suara rakyat, ini adalah pelajaran terbesar dari keputusan ini," kata Orban seperti dimuat
Reuters.
Kata Orban, warga Inggris merasa tidak puas dengan kebijakan pemerintah Inggris terkait dengan kebijakan soal krisis migran Uni Eropa.
"Kenapa Hungaria masih bertahan di Uni Eropa? Hungaria tetap di Uni Eropa karena kami meyakani kekuatan Eropa," sambungnya.
"Tapi Eropa hanya bisa kuat bila bisa memberikan jawaban atas sejumlah isu seperti migrasi yang akan memperkuat Eropa itu sendiri, dan bukan malah melemahkannya. Uni Eropa gagal menemukan jawaban atas hal ini," beber Orban.
[mel]
BERITA TERKAIT: