Kabar terbaru yang dimuat
Reuters menunjukkan hasil perhitungan 13 dari 382 daerah pemilihan di Inggris. Sebanyak 52,4 persen suara mendukung "leave" atau Inggris hengkang dari Uni Eropa. Sedangkan 47,6 persen mendukung untuk "remain" bertahan.
Namun demikian masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan, karena perhitungan suara masih terus dilakukan.
Ketua Partai Kemerdekaan Inggris yang juga vokal mendukung hengkangnya Inggris dari Uni Eropa, Nigel Farage menyebut bahwa selama pemungutan suara yang digelar kemarin (Kamis, 23/6) menunjukkan antusiasme yang luar biasa.
Ia dan para pendukungnya memprediksi bahwa dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan memperkuat ekonomi dalam negeri dengan cara membebaskan bisnis dari birokrasi Uni Eropa yang mencekik, serta memungkinkan Inggris untuk memulihkan kedaulatnnya dan mendapatkan kembali kontrol imigrasi.
Sementara itu Perdana Menteri Inggris David Cameron yang mendukung agar Inggris bertahan di Uni Eropa justru memperingatkan bahwa bila kubu "leave" menang, maka akan ada keelisahan di bidang perdagangan dan investasi serta melemahkan nilai tukar pound.
[mel]
BERITA TERKAIT: