Setelah Tenang Selama 22 Tahun, Nagorno-Karabakh Kembali Memanas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Minggu, 03 April 2016, 19:16 WIB
Setelah Tenang Selama 22 Tahun, Nagorno-Karabakh Kembali Memanas
rmol news logo Kawasan di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia kembali memanas. Dua hari terakhir tentara nasional Azerbaijan bertempur menghadapi suku Armenia di Nagorno-Karabakh yang didukung negara tetangga di sebelah timur Armenia.

Nagorno-Karabakh adalah sebuah wilayah di dalam teritori Azebaijan yang mayoritas penduduknya merupakan etnis Armenia. Kesamaan suku itulah yang membuat Armenia memberikan dukungan kepada kelompok perlawanan Nagorno-Karabakh.

Upaya milisi Nagorno-Karabakh memisahkan diri dari Azerbaijan sudah dilakukan tiga tahun sebelum Uni Soviet bubar di tahun 1988. Pada tahun 1994 kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan pertempuran.

Disebutkan bahwa situasi kembali memanas setelah damai selama 22 tahun di kawasan itu dalam beberapa pekan terakhir.

Pertempuran pertama terjadi di hari Sabtu kemarin (2/4) menyebabkan korban tewas jatuh di kedua belah pihak.

Sementara di hari Minggu pagi, pasukan Nagorno-Karabakh  mengaku diserang tentara nasional Azerbaijan sekitar pujkul 06.00 waktu setempat.

Musuh melanjutkan aksi militer secara agresif menggunakan artileri roket dan kendaraan lapis baja,” ujar pihak Nagorno-Karabakh dalam sebuah keterangan seperti dikutip dari Reuters.

Kami melakukan tindakan yang diperlukan untuk menekan aksi agresif lawan,” sambungnya.

Dutabesar Azerbaijan di Moskow, Rusia, Polad Bulbuloglu, mengatakan pihaknya siap berkompromi untuk menghentikan pertempuran.

Kami siap untuk mencari resolusi damai dalam masalah ini. Tetapi bila jalan damai yang tidak dipilih, maka kami akan mengambil jalan aksi militer,” ujarnya kepada radio Govorit Moscow.

Presiden Rusia Valadimir Putin juga sudah turun tangan dan meminta Armenia dan Azerbaijan mencari jalan keluar terbaik secara damai. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA