Nagorno-Karabakh adalah sebuah wilayah di dalam teritori Azebaijan yang mayoritas penduduknya merupakan etnis Armenia. Kesamaan suku itulah yang membuat Armenia memberikan dukungan kepada kelompok perlawanan Nagorno-Karabakh.
Upaya milisi Nagorno-Karabakh memisahkan diri dari Azerbaijan sudah dilakukan tiga tahun sebelum Uni Soviet bubar di tahun 1988. Pada tahun 1994 kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan pertempuran.
Disebutkan bahwa situasi kembali memanas setelah damai selama 22 tahun di kawasan itu dalam beberapa pekan terakhir.
Pertempuran pertama terjadi di hari Sabtu kemarin (2/4) menyebabkan korban tewas jatuh di kedua belah pihak.
Sementara di hari Minggu pagi, pasukan Nagorno-Karabakh mengaku diserang tentara nasional Azerbaijan sekitar pujkul 06.00 waktu setempat.
Musuh melanjutkan aksi militer secara agresif menggunakan artileri roket dan kendaraan lapis baja,†ujar pihak Nagorno-Karabakh dalam sebuah keterangan seperti dikutip dari
Reuters.
Kami melakukan tindakan yang diperlukan untuk menekan aksi agresif lawan,†sambungnya.
Dutabesar Azerbaijan di Moskow, Rusia, Polad Bulbuloglu, mengatakan pihaknya siap berkompromi untuk menghentikan pertempuran.
Kami siap untuk mencari resolusi damai dalam masalah ini. Tetapi bila jalan damai yang tidak dipilih, maka kami akan mengambil jalan aksi militer,†ujarnya kepada radio
Govorit Moscow.
Presiden Rusia Valadimir Putin juga sudah turun tangan dan meminta Armenia dan Azerbaijan mencari jalan keluar terbaik secara damai.
[dem]
BERITA TERKAIT: