Langkah itu diambil menyusul perbaikan hubungan bilateral antara kedua negara setelah sekitar 50 tahun bersitegang.
Untuk diketahui bahwa semua hotel di Kuba merupakan milik negara. Dengan demikian, kesepakatan tersebut menempatkan Starwood untuk berhubungan langsung dalam bisnis dengan pemerintah Kuba di bawah lisensi khusus Amerika Serikat.
Kesepakatan itu dijalin menyusul kunjungan bersejarah Obama ke Kuba yang akan menbuka era baru dalam arus pertukaran manusia maupun perdanganan antara Amerika Serikat dan Kuba.
Kepala operasi Starwood di Amerika Latin, Jorge Giannattasio menyebut bahwa pihaknya akan menginvestasikan dana jutaan dolar AS untuk merenovasi tiga buah hotel Quinta Avenida, Santa Isabel dan Inglaterra. Renovasi mencakup rebrading, pelatihan serta rekrutmen staf baru.
Hukum yang berlaku di Kuba saat ini mencegah perekrutan pekerja Kuba oleh perusahaan asing. Dengan demikian, banyak perusahaan internasional yang mengeluh soal ketidakmampuan mereka untuk mempekerjakan karyawan Kuba secara langsung.
Namun Giannattasio mengatakan bahwa ia yakin perusahaannya memiliki cukup fleksibilitas dan kontrol untuk mempertahankan standar perusahaan di Kuba.
Jumlah pengunjung yang datang ke Kuba diketahui mengalami peningkatan hampir 20 persen pada tahun lalu. Hampir 80 persen di antaranya berasal dari Amerika Serikat.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat lebih tajam pada tahun ini.
[mel]
BERITA TERKAIT: