Pembebasan tersebut dilakukan menyusul kesepakatan yang dijalin oleh Myanmar dengan PBB sejak tahun 2012 lalu.
Dikabarkan
Press TV (Minggu, 13/3), tentara anak yang kerap disebut Tatmadaw dibebas tugaskan dan dikembalikan ke keluarga mereka masing-masing dalam sebuah upacara yang digelar di Yagon.
Ini adalah pemulangan tentara anak yang kesekian kalinya dilakukan oleh militer Myanmar. Sejauh ini telah ada 744 tentara anak yang dibebaskan dari 12 batch militer.
Namun demikian, jumlah pasti anak-anak yang menjadi tentara di Myanmar belum diketahui dengan pasti.
Tentara Myanmar telah menghadapi berbagai tuduhan, termasuk pelanggaran hak asasi dan perekrutan paksa anak-anak untuk bekerja sebagai kuli dan detektor tambang manusia.
Menurut PBB, selain tentara, setidaknya tujuh kelompok pemberontak yang berbeda, termasuk Tentara Kemerdekaan Kachin, Tentara Pembebasan Nasional Karen, Karen Army, Shan State Army Selatan dan Tentara Negara Amerika Wa, diketahui secara aktif merekrut anak-anak sebagai tentara .
Myanmar sendiri saat ini diketahui tengah dalam proses transisi dari dekade pemerintahan militer menuju pembentukan pemerintah yang demokratis.
[mel]
BERITA TERKAIT: