Pasalnya, penganugerahan kehormatan tertinggi itu dilakukan selang beberapa bulan setelah Perancis mengkritik negara tersebut atas masalah pelanggaran hak asasi manusia, yakni terkait dengan eksekusi tokoh Syiah Sheikh Nimr al-Nimr.
Penghargaan diberikan secara langsung oleh Presiden Perancis Francois Hollande kepada Putra Mahkota Arab Saudi di Istana Elysee dalam kunjungannya ke Paris pada Jumat pekan lalu (4/3). Namun pertemuan tersebut tertutup untuk media.
Kabar soal penganugerahan kehormatan itu baru dikonfirmasi pada hari Minggu (6/3).
Dikabarkan
Press TV, pejabat Perancis menyebut bahwa adalah protokol umum untuk menganugerahkan kehormatan semcam itu.
Sedangkan di sisi lain, kantor berita Arab Saudi, SPA menyebut bahwa Nayef diberi kehormatan atas upaya besar yang telah dilakukannya untuk memerangi ekstrimisme dan terorisme, baik di kawasan maupun di dunia.
Penghargaan kehormatan itu dianggap sebagai salah satu perintah tertinggi modern yang didirikan oleh Napoleon Bonaparte pada tahun 1802. Para penerima terakhir dari penghargaan adalah sekelompok veteran Perang Dunia II.
[mel]
BERITA TERKAIT: