Begitu hasil penelitian baru yang diterbitkan di jurnal medis Lancet pekan ini.
Dalam penelitian disebutkan bahwa dampak pemanasan global bisa mempengaruhi kualitas diet manusia. Pasalnya, perubahan iklim bisa membuat semakin sedikitnya sayuran yang tersedia di bumi.
Hal itu juga berimbas pada pengendalian penyakit jantung, stroke, kanker dan sejumlah penyakit lainnya yang mengharuskan penderitanya melakukan diet.
Sebelumnya para dokter telah menilai perubahan iklim sebagai ancaman terbesar bagi kesehatan di abad ke-21 karena memicu terjadinya banjir, kekeringan, dan peningkatan penyakit infeksi.
"Beban kesehatan yang berhubungan dengan perubahan iklim jauh lebih besar dari yang kita duga," kata Peter Scarborough dari Universitas Oxford yang terlibat dalam penelitian.
Ia membeberkan bahwa emisi karbon berpengaruh pada ketersediaan buah dan sayuran di bumi.
"Studi menggali lebih dalam tentang laporan proyeksi paling maju dari dampak perubahaan iklim terhadap makanan dan kesehatan," sambungnya seperti dimuat
The Guardian.
[mel]
BERITA TERKAIT: