Dalam salah satu pernyataannya di kampanye beberapa waktu lalu, miliuner real estate itu melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyerukan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan selatan Amerika Serikat dengan Meksiko.
Ia melabeli imigran dari Meksiko merupakan penyelundup obat terlarang dan pemerkosa. Ia pun mengusulkan deportasi massal para imigran gelap, terutama yang masuk dari perbatasan Meksiko.
Kepala Staf Presiden Meksiko, Francisco Guzman menyebut bahwa sudah saatnya bagi Meksiko untuk mengambil langkah mendorong kembali.
"Kami tidak akan melibatkan diri dalam perdebatan," kata Guzman.
"Amerika
Serikat dan Meksiko membutuhkan lebih banyak jembatan penghubung
daripada dinding pemisah," tegasnya seperti dimuat
The Guardian (Selasa, 1/3).
Ia menjelaskan bahwa Meksiko berencana untuk menggunakan jaringan luas dari konsulat Amerika Serikat untuk menyoroti manfaat dari hubungan Amerika Serikay-Meksiko terutama terkait dengan ekonomi.
Inisiatif tersebut rencanya melibatkan forum dengan pelaku-pelaku bisnis, politisi serta tokoh masyarakat Amerika Serikat.
Amerika Serikat sendiri saat ini merupakan salah satu mitra terbesar Meksiko dalam urusan perdangan, yakni 80 persen ekspor.
Sebelumnya, dua mantan presiden Meksiko Vicente Fox dan Felipe Calderon telah secara terbuka mengutuk Trump, dan membandingkannya dengan Adolf Hitler.
[mel]
BERITA TERKAIT: