Begitu hasil penelitian terbaru yang dilakukan oleh dokter dari National Institutes of Health Amerika Serikat. Studi mereka dilakukan kepada para korban selamat Ebola di Liberia.
Hasilnya, sebagian besar di antara para korban selamat Ebola yang menunjukkan gejala gangguan kesehatan seperti kehilangan memori dan gejala depresi selama enam bulan pasca terbebas dari Ebola.
Sedangkan dalam sejumlah kasus lainnya, pasien selamat masih mengalami halusinasi.
"Ketika orang mengalami kehilangan memori, cenderung mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka dengan perasaan mereka tidak bisa kembali ke sekolah atau pekerjaan normal mereka. Beberapa di antaranya bahkan memiliki masalah tidur yang mengerikan," kata Dr Lauren Bowen, dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke seperti dimuat
BBC (Kamis, 25/2).
Ia menambahkan bahwa infeksi Ebola telah membuat kerusakan di dalam tubuh. Gejala pasca sembuh dari Ebola biasanya para pasien mengalami trauma sosial karena banyak yang dikucilkan dari keluarga dan masyarakat.
Namun gejala kesehatan lainnya yang muncul adalah masalah mata, termasuk mengindikasikan kerusakan pada otak yang sulit untuk disembuhkan.
Diketahui bahwa lebih dari 17 ribu orang di sejumlah negara di kawasan Afrika Barat telah selamat dari infeksi Ebola.
[mel]
BERITA TERKAIT: