Kebijakan Untuk Masyarakat Pribumi Australia Belum Sepenuhnya Berjalan Baik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 10 Februari 2016, 14:22 WIB
Kebijakan Untuk Masyarakat Pribumi Australia Belum Sepenuhnya Berjalan Baik
ilustrasi/net
rmol news logo Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengakui upaya pemerintah untuk membantu memperbaiki kehidupan penduduk asli atau pribumi Australia belum sepenuhnya berjalan sesuai jalur.

Dalam laporan tahunan berjudul Closing the Gap yang disampaikan di parleman hari ini (Rabu, 10/2). Turnbull mengatakan bahwa saat ini masih diperlukan upaya terpadu untuk mengurangi ketimpangan antara pribumi dan non-pribumi Australia.

"Tak bisa dipungkiri bahwa kemajuan terhadap sasaran telah bervariasi," tulisnya dalam pendahuluan laporan.

Dalam laporan tersebut, dikatakan bahwa target untuk mengurangi separuh angka kesenjangan kematian anak-anak dan balita pribumi dalam satu dekade telah berada sesuai jalur.

Selain itu, tingkat merokok juga telah berhasil dikurangi dan siswa adat yang menyelesaikan sekolah tinggi hampir dua kali lipat sejak akhir 1990-an.

Namun, target untuk mengurangi separuh kesenjangan harapan kerja dan kehidupan antara pribumi dan non-pribumi tidak berjalan lancar.

Dalam upaya menekan angka kesenjangan, pemerintah Australia telag menyerukan keterlibatan yang kuat dengan masyarakat dalam rangka untuk memberikan kebijakan yang paling tepat.

Komisaris Keadilan Sosial Aborigin dan Torres Strait Islander Mick Gooda menyebut bahwa pemerintah harusnya lebih fokus pada upaya komunikasi dengan komunitas pribumi agar kebijakan dapat memiliki dampak yang signifikan.

"Membangun hubungan dengan masyarakat membutuhkan waktu, Tapi tampaknya pemerintah akan lebih memilih untuk menghabiskan 1 juta dolar AS untuk  mengembangkan sebuah program yang tidak bekerja daripada menjalin hubungan," katanya seperti dimuat BBC.

Menurut Gooda, masalah utama masyarakat pribumi adalah pelayanan kesehatan, selain itu adalah bahasa dan hambatan budaya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA