Kesepakatan itu dijalin di Washington pada Rabu (16/12). Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya perbaikan hubungan kedua negara yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir.
Kesepakatan itu dijalin menyusul semakin meningkatnya jumlah perjalanan antara Amerika Serikat dan Kuba. Pada tahun ini, peningkatan perjalanan melonjak hingga 50 persen.
Namun mereka yang bepergian menemukan hambatan karena tidak adanya penerbangan langsung. Mereka harus bepergian dengan penerbangan charter atau melalui negara ketiga.
Diketahui bahwa sejak berkomitmen untuk memperbaiki hubungan sejak sekitar satu tahun terakhkir, Kuba dan Amerika Serikat terus melakukan negosiasi atas sejumlah isu yang menghambat hubungan baik kedua negara, termasuk soal hubungan diplomatik dan masalah embargo. Demikian seperti dikabarkan
BBC.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: