Presiden asosiasi tersebut, Poj Aramwattananont menyebut bahwa pabrik udang di Samut Sakhon tidak lagi mempekerjakan anak-anak atau pekerja asing ilegal.
Sebelumnya, dikabarkan
AFP (Rabu, 16/12), Uni Eropa mengeluarkan peringatan ke Thailand karena dinilai melakukan praktek penangkapan ikan ilegal. Sementara itu Amerika Serikat menempatkan Thailand dalam tingkat terendah terkait dengan perdagangan karena diduga memiliki masalah dalam hal tenaga kerja.
Media internasional ternama,
Associated Press juga pernah menerbitkan laporan yang menyebut adanya penggunaan tenaga paksa dan tenaga kerja anak di salah satu pabrik makanan laut yang mengekspor produk beku ke Amerika Serikat.
Namun Poj menyebut bahwa Thailand telah melakukan banyak hal selama setahun terakhir untuk menyelesaikan masalah tenaga kerja tersebut, terutama di kalangan perusahaan perikanan besar dan sejumlah perusahaan terkait.
Poj juga meyakinkan pembeli internasional bahwa pemasok makanan laut di Thailand saat ini lebih terkelola dan tidak lagi menggunakan tenaga kerja ilegal atau tenaga paksa. Pasalnya, saat ini standar tenaga kerja serta inspeksi telah semakin diperketat.
[mel]
BERITA TERKAIT: