Empat orang tewas di wilayah Mindoro, sedangkan lima lainnya di wilayah utama Samar di mana topan pertama kali datang.
Topan yang dalam bahasa lokal dikenal dengan sebutan Topan Nona itu bergerak dengan kecepatan 150 kilometer per jam. Topan membawa serta angin kencang dan hujan lebat yang memicu terjadinya bencana susulan seperti banjir dan tanah longsong.
Di ibukota Manila, topan memicu terjadinya banjir dengan ketinggian beragam. Hal itu mengganggu layanan kereta api serta kemacetan lalu lintas di jalan-jalan utama Manila.
Topan pun merusak sistem aliran listrik di sejumlah wilayah, karena tiang-tiang listrik banyak yang rubuh ditiup angin. Diperkirakan, perlu waktu tiga hingga empat bulan untuk mengembalikan aliran listrik kembali normal.
Di sisi lain, dikabarkan
AFP, 120 jadwal penerbangan domestik juga terpaksa dibatalkan dan hampir 200 pelayanan feri pun ditangguhkan. Hal itu demi menghindari jatuhnya lebih banyak korban jiwa akibat Melor.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: