"Ini sangat tragis karena anda mendengar komentar yang penuh kebencian, penuh ideologi yang mendiskriminasi orang lain," kata Malala pada Selasa (15/12).
Menurut Malala, Trump tidak adil karena menyamaratakan ratusan juta umat Muslim di dunia dengan sekelompok teroris yang melabeli diri dengan Islam.
"Ada sejumlah serangan teroris yang terjadi, sebagai contoh adalah apa yang terjadi di Paris atau apa yang terjadi di Peshawar setahun lalu," kata Malala seperti di muat
AFP, merujuk pada serangan di Peshawar bulan lalu. Serangan yang didalangi kelompok militan ISIS itu menewaskan 130 orang.
Diketahui bahwa pekan lalu Trump mengeluarkan pernyataan yang menyerukan agar seluruh Muslim dilarang masuk ke Amerika Serikat sementara waktu. Pernyataan Trump itu memicu reaksi dari sejumlah tokoh dunia serta rekanan bisnis Trump di Timur Tengah.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: