Hal itu bisa dilihat dari pernyataan kontroversialnya yang terbaru dikeluarkan awal pekan ini. Ia menyerukan agar Amerika Serikat menghentikan imigran Muslim. Sebelumnya, ia juga pernah mengeluarkan usulan agar dilakukan pengawasan di masjid-masjid.
Trump pun pernah menggeneralisasikan seluruh Muslim dengan menyebut bahwa Muslim di seluruh dunia benar-benar bersorak liar saat terjadi serangan 9/11.
Menurut seorang penulis yang juga merupakan komedian Amerika keturunan Palestina-Italia, Dean Obeidallah, pernyataan-pernyataan Trump tersebut jelas menunjukkan bahawa ia memiliki masalah dengan umat Islam.
"Tapi ada satu jenis Muslim yang benar-benar dicintai Trump, yakni orang-orang yang membuat dia banyak uang," kata Obeidallah dalam tulisannya berjudul
Trump Only Loves Rich Muslims Who Give Him Money yang dimuat di
The Daily Beast (Senin, 7/12).
Ia menyebut bahwa salah satu contoh, Trump dinilai mencintai Hussain Sajwani, pimpinan perusahaan real estate mewah Dubai yakni Damac Properties. Trump pernah menyebut Sajwani sebagai seorang teman baik dan orang besar. Pada Mei 2014 lalu, Trump bahkan pernah terbang ke Dubai Dubai untuk menghabiskan waktu dengan Sajwani. Keduanya mengumumkan proyek real estate bersama di Uni Emirat Arab.
"Itu adalah proyek yang mencakup 104 villa dan rumah-rumah. Pengembangan proyek tersebut meningkatkan Klub Golf Dunia Trump," tulisnya.
Dubai bukanlah satu-satunya negara di mana rekanan Muslim Trump berada. Trump dan perusahaanya menjalin relasi bisnis dengan Muslim di Abu Dhabi, Qatar dan Arab Saudi.
Hal tersebut, menurut Obeidallah, amat kontradiksi dengan sikap-sikap Trump terhadap Muslim. Ia pernah menyebut bahwa Muslim di seluruh dunia bersorak atas tragedi 9/11. Padahal 15 dari 19 orang pembajak yang terlibat dalam serangan 9/11 yang menewaskan hampir tiga ribu orang Amerika Serikat itu berasal dari Arab Saudi. Sedangkan Trump sendiri di sisi lain menjalin kerjasama bisnis yang baik dengan Arab Saudi.
"Tapi ketika uang (dalam jumlah) besar bermain, Trump tampaknya mengabaikan masalah ini," tegas Obeidallah dalam tulisannya.
[mel]
BERITA TERKAIT: