Komunitas Muslim Amerika Serikat Geram Atas Seruan Trump

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 09 Desember 2015, 10:21 WIB
Komunitas Muslim Amerika Serikat Geram Atas Seruan Trump
donald trump/net
rmol news logo Komunitas Muslim di Amerika Serikat menyerukan agar calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump mengakhiri bentuk tekanan terhadap Muslim.
 
Hal itu merupakan reaksi atas pernyataan Trump yang mendorong agar Amerika Serikat melarang masuknya imigran Muslim awal pekan ini.

Direktur Islamic Center Jersey City Ahmed Shedeed menyebut Trump telah memprovokasi kebencian dan kekerasan terhadap Islam.

"Saya menyerukan semua tuduhan ini harus dihentikan. Lihatlah komunitas Muslim sebagai bagian dari mosaik Amerika Serikat," sebutnya seperti dimuat AFP (Selasa, 8/12).

Selang beberapa jam setelah pernyataan Trump tersebut dikeluarkan, sejumlah perwakilan komunitas Muslim di New Jersey Amerika Serikat yakni Council on American-Islamic Relations (CAIR) menemui jaksa dan menyebut agar Amerika Serikat tidak tutup mata atas sejumlah dugaan kejahatan serius atas kebencian terhadap Muslim yang terjadi di negara tersebut selama beberapa waktu terakhir.

CAIR juga membawa dokumentasi sejumlah kasus kekerasan, vandalisme dan diskriminasi terhadap Muslim Amerika Serikat yang terjadi pada bulan lalu.

"Donald Trump terdengar lebih seperti seorang pemimpin lynch mob (masssa yang membunuh orang atas sejumlah dugaan pelanggaran tanpa kewenangan hukum) daripada pemimpin bangsa besar seperti kita," ujar direktur eksekutif CAIR Nihad Awad dalam konferensi pers di Washington, DC. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA