Diprotes Baghdad, Turki Berhenti Kirim Pasukan ke Irak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 07 Desember 2015, 12:44 WIB
Diprotes Baghdad, Turki Berhenti Kirim Pasukan ke Irak
Haider al-Abadi/net
rmol news logo Turki memutuskan akan menghentikan pengiriman pasukan ke Irak setelah ada ancaman dari Baghdad.

Turki diketahui mengerahkan ratusan pasukannya ke sebuah kamp di wilayah Bashiqa pada Kamis pekan lalu. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu melatih warga Irak untuk merebut kembali kota Mosul yang diduduki ISIS.

Namun Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi geram dan mengatakan bahwa langkah Turki tersebut dilakukan tanpa adanya persetujuan ataupun infromasi dari pemerintah Irak.

Abadi menyebut bahwa pengiriman pasukan tanpa persetujuan tersebut melanggar kedaulatan negara. Karena itulah ia menuntut Turki menghentikan pengiriman pasukan dan mengancam akan mengadukannya ke Dewan Keamanan PBB bila pasukan Turki tidak ditarik dalam kurun waktu 48 jam.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu pada Minggu (6/12) memastikan pihaknya akan menyetujui permintaan Abadi untuk menarik tentara.

"Tidak ada kekuatan lebih lanjut yang akan dikerahkan untuk Bashiqa sampai kekhawatiran dari pemerintah Irak diatasi," kata Davutoglu dalam suratnya kepada Abadi seperti dimuat Reuters.

"Turki siap untuk memperdalam kerjasama dengan Irak dalam koordinasi dan konsultasi," tegas Davutoglu. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA