Hal itu dipastikan oleh Presiden Turki Tayyip Erdogan dalam pidato yang disiarkan di channel lokal
NTV news channel pada Sabtu (5/12) waktu setempat.
"Belum ada tanda yang menunjukkan bahwa masalah dengan Rusia akan berdampak pada proyek-proyek seperti gas alam dan pembangkit listrik tenaga nuklir Akkuyu," kata Erdogan seperti dilansir
Reuters.
Ia pun membantah pernyataan Rusia yang menyebut bahwa Moskow telah menangguhkan pembicaraan dengan Turki terkait dengan proyek pipa gas alam TurkStream. Erdogan malah menyebut bahwa pihaknya lah yang melakukan penangguhan tersebut, dan bukan Rusia.
"Jangan percaya pers yang keliru melaporkan bahwa Rusia telah menghentikan TurkStream. Justru sebaliknya. Ini adalah proyek yang kita tangguhkan karena tuntutan kami tidak dipenuhi," tegasnya.
"Tidak ada dampak negatif telah dihasilkan dari masalah yang kita hadapi baru-baru ini," sambung Erdogan.
Diketahui, Rusia menerapkan sanksi dagang terhadap Turki setelah pasukan udara Turki menembak jatuh jet tempur Rusia di dekat perbatasan dengan Suriah. Jet tempur Rusia tersebut merupakan bagian dari kampanye Rusia melawan militan di Suriah.
Di antara sanksi dagang yang diterapkan Rusia adalah membekukan proyek-proyek investasi dan melakukan pembatasan makanan impor.
Rusia sendiri merupakan negara yang mengimpor sekitar 1 miliar dolar AS produk-produk makanan dari Turki setiap tahunnya. Selain itu, Rusia juga diketahui merupakan penyedia energi utama Turki, seperti pengiriman gas, batubara dan minyak. Salah satu proyek energi gabungan Rusia dan Turki adalah pembangunan stasiun tenaga nuklir pertama Turki di kota Akkuyu senilai 20 miliar dolar AS.
[mel]
BERITA TERKAIT: