Pemimpin umat Katolik dunia itu meminta agar Presiden Kuba Raul Castro dan Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama menormalisasi hubungan kedua negara.
Paus Fransiskus melawat ke Kuba dan Amerika Serikat selama 10 hari. Ia tiba di Havana, Kuba, pada hari Sabtu kemarin (19/9), dan disambut Raul Castro.
Pernyataan Paus Fransiskus ini dinilai mengejutkan karena sebelumnya Vatikan memastikan Paus Fransiskus tidak akan menyampaikan pesan politik secara eksplisit. Paus Fransiskus disebutkan memainkan peranan penting dalam 18 bulan terakhir di balik peredaan ketegangan antara kedua negara.
"Kita menyaksikan sebuah peristiwa yang mengisi kita dengan harapan, proses normalisasi hubungan antara kedua masyarakat setelah ketegangan bertahun-tahun," ujar Paus Fransiskus di Bandara Jose Marti, Italia, sebelum terbang menuju Havana.
Desember 2014 Kuba dan Amerika Serikat sepakat untuk mengurangi ketegangan. Pada pertengahan Agustus 2015 ini Amerika Serikat secara resmi membuka Kedutaan Besar AS di Havana, kendati belum memiliki Dutabesar definitif.
Di sisi lain, pemerintahan Obama masih membutuhkan dukungan dari Kongres AS untuk mencabut embargo ekonomi untuk Kuba.
Sebelum berangkat ke Kuba, Paus Fransiskus juga menyampaikan salam kepada Fidel Castro yang kemungkinan akan bertemu dengannya hari ini (Minggu, 20/9). Pertemuan dengan Fidel Castro akan menjadi sebuah pertemuan bersejarah.
[dem]
BERITA TERKAIT: