Namun hal tersebut tidak bisa lagi dilakukan oleh mahasiswa di Universitas Birmingham Inggris.
Pasalnya, seperti dikabarkan
Daily Mail (Senin, 13/7) mahasiswa di salah satu universitas ternama di Inggris itu diberitahu pihak kampus soal larangan pelemparan toga saat perayaan kelulusan. Hal itu dinilai bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan.
Menurut produsen baju wisuda serta toga yakni Ede and Ravenscroft mengatakan, larangan itu agaknya beralasan mengingat adanya sejumlah kasus cedera yang terjadi saat pelemparan toga massal pada masa lalu.
"Kami telah mengidentifikasi bahwa melempar toga memiliki resiko terhadap kesehatan dan keselamatan," kata perusahaan tersebut dalam sebuah keterangan.
"Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas hal ini, kita tidak ingin membenarkan aktivitas yang bisa menyebabkan seseorang terluka," sambungnya.
Pihak universitas pun kemudian menindaklanjuti usulan produsen toga tersebut dan menetapkan aturan itu.
Namun juru bicara universitas menegaskan bahwa larangan itu tidak mengacu pada upacara wisuda resmi, melainkan pada acara perayaan kelulusan pribadi di mana ruang gerak terbatas.
"Universitas Birmingham tidak memiliki kebijakan atau larangan lempar toga selama perayaan resmi," terangnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: