Mahathir Mohamad diduga berada di balik artikel tersebut.
Menurut laporan
WSJ, dana sebanyak itu berasal dari dana negara untuk program 1Malaysia Development Berhad (1MDB).
Rencana Najib menggugat
WSJ disampaikan sekretaris politik Perdana Menteri Malaysia, Muhammad Khairun Aseh.
"Laporan itu dikerjakan dengan niat jahat berdasarkan sumber-sumber yang tidak substansial dan tidak jelas," ujarnya.
Hari Jumat lalu (3/7),
WSJ menurunkan artikel yang menggemparkan dunia. Dana yang ditransfer ke rekening pribadi Najib itu berasal dari sejumlah insititusi yang terkait dengan program 1MDB.
Di hari yang sama, Kantor Perdana Menteri Malaysia telah mengeluarkan pernyataan resmi. Menurut Kantor Perdana Menteri Malaysia, berita itu adalah sabotase politik.
Adapun pihak 1MBD menegaskan tidak ada sepeserpun dana mereka yang ditransfer ke rekening Najib.
Najib memperkirakan, sabotase politik ini memiliki kaitan dengan konflik antara dirinya dan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang sempat memintanya mengundurkan diri. Sementara itu, beberapa waktu lalu aparat keamanan Malaysia sempat menghentikan pidato Mahathir yang dinilai menyerang pemerintahan Najib.
[dem]
BERITA TERKAIT: