"Kami akan meninggalkan Malaysia Airlines di belakang," kata Mueller kepada
BBC (Rabu, 10/6).
Mueller yang mengambil alih kepemimpinan di Malaysia Airlines pada Mei lalu itu menekankan bahwa proses transisi perusahaan akan dilakukan secara terarur.
Ia pun menyebut bahwa maskapai baru yang akan menggantikan Malaysia Airlines itu akan diiringi dengan peningkatan teknologi serta negosiasi ulang kontrak dengan para pemasok serta memangkan sejumlah biaya.
Belum diketahui dengan pasti nama apa yang akan digunakan sebagai pengganti Malaysia Airlines.
Namun demikian, ia memasikan dirinya akan menghormati dan tetap mengakomodir para pelanggan Malaysia Airlines yang telah memiliki frequent flyer miles dan memesan tiket dengan maskapai tersebut.
Diketahui, Malaysia Airlines pada awal bulan ini mengumumkan bahwa secara teknis maskapai mengalami kebangkrutan dan mengumumkan rencana restrukturisasi. Hal itu menyebabkan PHK sekitar enam ribu karyawannya.
Sebelumnya, maskapai tersebut juga dilanda masalah dengan adanya dua tragedi penerbangan tahun lalu, yakni hilangnya pesawat bernomor penerbangan MH370 dan jatuhnya MH17.
[mel]