Pasalnya, kendati masih mengantongi suara terbesar dalam pemilu yang digelar di Turki (Minggu, 7/6), partai pimpinan Presiden Turki Tayyip Erdogan itu tidak berhasil mencapai target suara yang diperlukan untuk menguasai parlemen. Dengan demikian, AKP masih perlu berkoalisi dengan partai lainnya.
Reuters pada Senin (8/6) memuat bahwa telah 98 persen perhitungan suara pemilu Turki telah dilakukan. Dari hasil sementara, AKP hanya mengantoni sekitar 40,8 persen suara, turun dari 49,8 persen pada pemilu parlemen terakhir pada tahun 2011.
Dengan perolehan suara yang telah hampir dihitung semua, AKP diperkirakan akan memenangkan 258 kursi di parlemen. Artinya, AKP kekurangan 18 kursi untuk menjadi mayoritas.
Sementara itu Partai Republik Rakyat (CHP) diperkirakan menjadi partai kedua yang mengantongi suara terbesar dengan sekitar 25 persen.
Di tempat ketiga adalah Partai Gerakan Nasionalis (MHP) dengan 16,5 persen dan Partai Rakyat Demokratik (HDP) pro-Kurdi di tempat keempat dengan 13 persen. Ini adalah kali pertama HDP berhasil melewati ambang batas 10 persen dan mengamankan kursi di parlemen Turki.
[mel]
BERITA TERKAIT: