Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan kepada semua pihak yang terlibat untuk memulai pembicaraan itu dengan itikad baik dan tanpa pra-kondisi apapun.
Baik pemerintah Yaman yang saat ini berada di pengasinan di Arab Saudi maupun kelompok Houthi telah sama-sama mengkonfirmasi akan hadir dalam pembicaraan damai itu.
Namun
BBC memuat bahwa seruan itu tidak selaras dengan apa yang terjadi di tanah Yaman. Pasalnya pada Sabtu (6/6), konflik di Yaman justru semakin meluas karena Houthi memperluas serangan yang menargetkan Arab Saudi.
Arab Saudi sendiri di hari yang sama dikabarkan telah menembak jatuh rudal Scud yang ditembakkan dari seberang perbatasan oleh Houthi dan sekutunya.
Serangan yang dimulai akhir Maret lalu oleh koalisi pimpinan Arab Saudi diketahui telah merenggut lebih dari 2 ribu nyawa di Yaman.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: