Kartun tersebut sebelumnya ditampilkan dalam sebuah acara di Texas bulan lalu di mana dua orang pria tiba-tiba saja menyerang. Pada saat itu, Wilders merupakan seorang pembicara di acara tersebut.
Wilders yang juga merupakan anggota parlemen Belanda itu menyebut bahwa ia akan menampilkan kartun itu karena parlemen telah menolak untuk memamerkannya di gedung.
"Teroris harus menyadari bahwa mereka tidak akan pernah menang dan betapa pentingnya kebebasan berbicara bagi kita di Belanda," kata Wilders dalam sebuah pernyataan seperti dimuat
BBC (Kamis, 4/6).
Wilders yang memimpin Partai untuk Kebebasan (PVV) Belanda kerap menunjukkan sikap anti-Islam dan migrasi massal. Ia pernah menyeruka agar Al-Quran di Belanda.
Pada Desember 2014 lalu, ia juga mengumumkan bahwa ia akan dituntut atas tuduhan menghasut kebencian rasial terhadap masyarakat Maroko di Belanda.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: