Tiruan Bom Lolos, AS Mau Reformasi Prosedur Keamanan Bandara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 02 Juni 2015, 14:19 WIB
Tiruan Bom Lolos, AS Mau Reformasi Prosedur Keamanan Bandara
ilustrasi tes keamanan bandara/net
rmol news logo Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Jeh Johnson berjanji untuk melakukan reformasi dalam prosedur keamanan pemeriksaan bandara.

Hal itu dilakukan setelah pemeriksaan bandara menemukan bahwa tiruan bahan peledak dan senjata bisa lolos dari pos pemeriksaan keamanan.

Dalam satu tes, screener bandara gagal mendeteksi adanya bom palsu dalam barang bawaan penumpang. Tes tersebut dilakukan pada sekitar 70 bandara di Amerika Serikat. Dari tes tersebut, hanya tiga bandara yang mampu mendeteksi senjata tersebut.

Johnson menyebut bahwa petugas keamanan bandara harus lebih dilatih dan perangkat scanning harus diuji ulang.

"Angka-angka dalam laporan-laporan ini tidak pernah terlihat baik di luar konteks, tetapi mereka adalah elemen penting dalam evolusi keamanan penerbangan kami," kata Johnson.

"Kami menanggapi temuan ini dengan sangat serius dalam upaya untuk menguji, mengukur, dan meningkatkan kemampuan teknik kami saat ancaman tengah berkembang," tandasnya seperti dimuat BBC (2/6). [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA