Menurut keterangan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, para pelaku yang berusia antara 19 hingga 26 tahun itu menggunakan paspor palsu untuk mengelabui pihak administrasi sehingga mereka bisa ikut ujian dengan menggunakan nama orang lain.
Para calo tersebut biasanya mengambil tes Scholastic Aptitude Test (SAT) yang merupakan ujian masuk universitas terbesar di Amerika Serikat atau Test of English as a Foreign Language (Toefl) dan Graduate Record Examination (GRE) untuk orang lain yang membayarnya.
Dalam penyelidikan diketahui bahwa kawanan joki tersebut mendapatkan bayaran hingga 6 ribu dolar AS atas jasa ilegalnya itu. Untuk mengikuti ujian, para pelaku menggunakan paspor palsu yang dikirimkan dari Tiongkok.
BBC pada Jumat (29/5) mengabarkan, skema semacam itu berlangsung antara tahun 2011 dan 2015. Sebagian besar skema joki ujian masuk universitas itu terjadi di Pennsylvania barat.
Para pelaku diketahui tinggal di sejumlah kota yang berbeda di Amerika Serikat, seperti Boston, Pittsburgh, California, Wisconsin, Oregon, Pennsylvania, Virginia dan Massachusetts.
"Siswa-siswa ini tidak hanya menipu cara masuk ke universitas, mereka juga melakukan kecurangan dengan cara mereka mengelabui sistem imigrasi bangsa kita," kata agen khusus di untuk Homeland Security Investigations dari Philadelphia John Kelleghan.
Bila terbukti bersalah, para pelaku terancam hukuman penjara hingga 20 tahun penjara dan denda senilai 250 dolar AS.
[mel]
BERITA TERKAIT: