Para perempuan muda yang berusia antara 18 hingga 29 tahun itu direkrut melalui sosial media. Saat ini, lima di antaranya telah berhasil hidup dengan ISIS di daerah konflik. Sedangkan empat orang lainnya berhasil dicegat masuk di Turki. Satu lainnya dihentikan di bea cukai Australia dan dua wanita lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Menurut keterangan asisten komisaris Kepolisian Victoria Tracy Linford, dalam penyelidikan terseut, ikut dilibatkan dua orang psikolog forensik. Hal itu dilakukan untuk membantu peneliti memahami mengapa para wanita muda mau mencoba bergabung dengan ISIS.
"Penggunaan psikolog memberikan kita dengan penilaian resiko lebih jauh komprehensif dan juga membantu dalam mengidentifikasi peluang intervensi dini," jelasnya seperti dimuat
BBC (Jumat, 29/5).
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: