Bawa Mayat Kerabat Pengidap Ebola, Enam Orang Diisolasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 26 Mei 2015, 14:27 WIB
Bawa Mayat Kerabat Pengidap Ebola, Enam Orang Diisolasi
kampanye pencegahan ebola/net
rmol news logo Guinea menjebloskan enam orang ke dalam penjara isoloasi karena kedapatan bepergian dengan mayat kerabatnya yang meninggal akibat ebola.

Menurut keterangan pihak berwenang setempat, mayat tersebut duduk tegak di dalam taxi dengan menegakkan T-shirt dan jeans serta kacamata hitam dan diapit oleh tiga orang lainnya.  

BBC (Selasa, 26/5) mengabarkan, enam orang yang diamankan itu tengah diamati kondisi kesehatannya dalam kurun waktu 21 hari untuk melihat apakah mengidap ebola atau tidak.

Kepala respon ebola Guinea Dr Sakoba Keita menyebut bahwa keenam orang itu diamankan dalam perjalannya dari kota Forecariah menuju Conakry. Mereka kemudian diberhentikan di sebuah pos pemeriksaan ebola di mana para pejabat keamanan mencurigai salah seorang penumpang lainnya yang berpakaian rapai namun tak bergerak.

Belum jelas apa motif di balik keenam orang itu membawa mayat kerabatnya yang telah tewas.

Guinea sendiri merupakan salah satu negara di Afrika Barat yang terkena dampak terparah akibat virus ebola. Sejak sekitar tahun lalu, ada hampir 2.500 orang tewas akibat virus tersebut.

Perlu diketahui, ebola menular melalui cairan buangan tubuh. Bahkan ebola masih bisa menyebar dari tubuh korban pengidap ebola. Karena itulah korban ebola harus dikebumikan secara khusus. Hanya Palang Merah yang diberikan otoritas untuk melakukan prosesi pemakaman korban ebola. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA