Ratusan mahasiswa Indonesia dari sejumlah wilayah di Rusia, Amerika Serikat dan juga Eropa berkumpul di Moscow untuk menggelar Simposium PPI Amerika-Eropa 2015 pada tanggal 6 hingga 8 Mei.
Simposium tersebut mengangkat tema utama "Persatuan dan Kesatuan Bangsa menghadapi ASEAN Community 2015".
Simposium PPI Amerika-Eropa ini merupakan wadah bagi para mahasiswa Indonesia di kawasan Amerika dan Eropa untuk berdiskusi dan bertukar ide mengenai langkah dan upaya yang perlu dilakukan generasi muda dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya guna mengantisipasi tantangan dan peluang Komunitas ASEAN 2015 nanti.
"Seusai simposium, masing-masing komisi akan menyampaikan hasil sidangnya dan selanjutnya dalam rapat pleno akan disampaikan kesepakatan yang ditandatangani seluruh Ketua/Perwakilan PPI negara Amerika-Eropa yang hadir, yang dinamakan ‘Piagam Moskow’ sebagai rekomendasi kepada pemerintah," kata ketua panitia simposium yang juga mahasiswa S1 fakultas Ilmu Politik tahun ketiga Universitas RUDN, Handaru Lukiza dalam rilis yang diterima redaksi.
Selain mahasiswa Indonesia dari Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia, simposium itu juga akan diikuti oleh perwakilan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Simposium PPI Amerika-Eropa 2015 itu sendiri diselenggarakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA) serta didukung oleh KBRI Moskow, yang direncanakan akan diikuti oleh sekitar 150 mahasiswa perwakilan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) dari 20 negara di Amerika dan Eropa, yakni Austria, Belanda, Belgia, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Inggris, Italia, Jerman, Kanada, Norwegia, Perancis, Portugal, Rusia, Serbia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Turki.
Puncak acara Simposium akan berlangsung pada hari ini (Rabu, 6/5) dan bertempat di MGIMO University, Moskow yang merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Rusia.
Narasumber yang akan mengisi simposium itu antara lain adalah Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi melalui telekonferensi, Duta Besar Indonesi untuk Rusia Djauhari Oratmangun, Dubes I Gusti Ngurah Swajaya dari Kemenlu, Executive Director Institute of Defence and Security Studies Dr. Connie Rahakundini Bakri, Director of ASEAN Center, MGIMO University Dr. Viktor Sumsky, Executive Director of the Indonesian Palm Oil Producers Association Fadhil Hasan, Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional Dr. Dessy Irawati-Rutten, dan Executive Director of Russian-ASEAN Business Council Victor Tarushin.
[mel]
BERITA TERKAIT: